Let's get Semarang!

Jadi, beberapa waktu lalu saya pergi ke Semarang. Saya pergi ke Semarang bersama teman-teman dekat saya. Ini adalah kali pertama kami bepergian jauh. Rasanya, ketagihan!

Yap, benar. Awal Januari lalu saya bersama beberapa teman dekat sengaja nge-trip tipis-tipis sebelum menghadapi skripsi yang kejam. Kami sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari hingga perjalanan kami cukup lancar. Walaupun kami tidak banyak mengunjungi seluk beluk Semarang, tapi kami cukup puas.

Kami pergi ke Semarang menggunakan kereta api dari stasiun Pasar Turi, Kota Surabaya menuju Stasiun Poncol, Kota Semarang. Kami menaiki kereta api ekonomi, sesuai dompet kita sebagai mahasiswa. Kereta yang kami naiki adalah KA Ekonomi - Maharani. KA Maharani berangkat dari Surabaya Pasar Turi pada pagi hari sekitar pukul 5 lebih dan sampai di Semarang Poncol sebelum jumatan alias sekitar pukul 11 siang. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 jam.

Karena sebelumnya saya sudah pernah menaiki kereta ekonomi lainnya, saya tidak terlalu kaget atau kagum dengan KA Maharani. Layaknya KA Ekonomi biasa, gerbong dengan tempat duduk empuk berhadapan dan AC yang lumayan dingin. Harga tiket KA MAharani adalah 49.000 rupiah. Bagaimana, setelah membaca harganya, apakah cukup tertarik?

Begitu sampai di stasiun Semarang Poncol, kami langsung memesan ojol menuju ke salah satu tempat sewa motor berjudul Justitia. Kalian harus pintar-pintar menolak bujukan para supir-supir offline sekitar Stasiun ya, bila tidak berniat menggunakan jasa mereka. Kembali ke Justitia, kami menyewa 2 buah motor. Motor mereka adalah Honda Vario yang cukup nyaman dan aman (tanpa digubah dari versi standard). Selain itu, tentu kami mendapatkan helm, dan jas hujan (meksipun dari plastik).

Lepas jumatan, kami melanjutkan perjalanan menuju Klenteng Sam Poo Kong. Masuk kesini, kami dikenakan biaya 7.000 rupiah per orang. Dan menambah 20.000 ribu rupiah bila ingin masuk ke area peribadatan. Sam Poo Kong ini merupakan tempat Cheng Ho dan para awak kapalnya.  Klenteng Sam Poo Kong amat luas dan menarik untuk dijelajahi. Psst, jika anda mencari reverensi foto ala-ala koreyah, anda bisa memanfaatkan bangunan-bangunan ini.

(doc. pribadi; ps: maafkan gaya foto saya)

Setelah puas berfoto di Sam Poo Kong, kami pun langsung menuju hotel yang tidak jauh dari Sam Poo Kong. Kami menginap di DS Layur Hostel dengan kamar kapsul. Harga saat kami pesan di traveloka sedang ada diskon hingga kami hanya membayar 32.000 rupiah/ malam/ orang. Cukup murah kan?

DS Layur sendiri sebenarnya bukan hotel yang benar-benar besar. Namun, yah, bersyukurlah kami, ada hotel dengan harga  yang cocok di kantong. Sebagai penikmat kamar kapsul DS Layur, kami sepakat merasa nyaman berdiam diri untuk tidur dan beristirahat. Setiap tamu akan memdapat sebuah loker kecil yang didalamnya sudah berisi peralatan mandi dari hotel disertai dengan sebotol air mineral merk lokal.

Lepas dari hotel untuk beristirahat sebentar dan mandi, kami menuju Lawang Sewu. Tentu saja, bangunan ini sangat iconic di Kota Semarang. Seperti yang kalian tahu, yah seperti itulah Lawang Sewu. Kami sempat merasa pusing berada di sana karena terlalu banyak pintu yang mirip. Masuk ke Lawang Sewu dikenakan tiket 10.000 rupiah.

(doc. pribadi)

Karena lelah mengitari Lawang Sewu, tujuan kami selanjutnya adalah kulineran. Kebetulan kami mengunjungi Semarang saat weekend sehingga kami beruntung bisa mengunjungi salah satu tempat wisata yang juga iconic yaitu Pecinan, atau kampung pecinan, atau kampungnya orang-orang indonesia turunan cina/tionghoa.

Setiap weekend di Pecinan Semarang terdapat pasar kuliner. Isinya tentu saja jajanan-jajanan yang universal. Jika kalian mencari makanan tradisional sampai modern, kalian harus mengunjungi kawasan ini. Kami pun puas dengan menyantap siomay dan jjajangmyon (mie khas korea, katanya).

Hari kedua kami pergi ke tempat yang jauh yaitu Ambarawa. Di Ambarawa kami mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, disini sebenarnya kita bisa membeli tiket kereta untuk berjalan-jalan naik kereta api tut, tut, tut, hanya saja, uang mahasiswa tidak cukup untuk bersenang-senang lebih. Kami hanya masuk untuk melihat-membaca-berfoto-mengenang kereta api yang dipajang dari tahun-tahun bersejarah di Indonesia. Biaya untuk masuk kesini 10.000 rupiah.
(doc. pribadi)

Dari Museum Kereta Api Ambarawa kita pun menyempatkan diri bermain ke Cimory Dairyland Petting Zoo n' more di kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang. Disini kami merasa kembali ke jaman kanak-kanak, ingin berinteraksi dengan semua hewan yang ada. Selain itu, kita juga mendapatkan sebuah minuman gratis dan beberapa kupon diskon. Kalau tidak salah ingat, harga tiket masuknya adalah 15.000 rupiah.

Selepas dari Cimory kami yang sudah jatuh cinta dengan Pecinan pun kembali makan malam di Pecinan. Sebelum kembali ke hotel, kami menyempatkan untuk berburu oleh-oleh.

Hari terakhir kita di Semarang diisi dengan bermalas-malasan di hotel juga menyiapkan baju. Ah, selamat tinggal sampai bertemu kembali Semarang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta

Malulah Menulis Bila Tidak Banyak Membaca