Dreadout: Review Film



Judul Film: DREADOUT
Sutradara: Kimo Stamboel
Genre: Horor, Fiksi
Release: 3 Januari 2019

Jujur saja, saya sebenarnya kurang tahu menahu mengenai nama sutradara Kimo Stamboel sebelumnya. Sepertinya saya baru pertama kali nonton film karya Kino Stamboel. Setalah baca-baca situs internet, rupanya Kimo Stamboel dan saudaranya (yang keduanya disebut The Mo Brothers) merupakan sutradara film Rumah Dara (2010) dan Bunian (2004) yang merupakan film indie.

Dreadout sendiri merupakan film adaptasi game dengan judul yang sama. Meskipun dalam film, beberapa hal berubah demi menarik perhatian penonton. Linda, merupakan tokoh protagonis dalam film maupun game memiliki karakter yang berbeda. Linda dalam film digambarkan sebagai seorang anak keturunan orang pintar yang dapat membuka gerbang menuju dunia lain. Sementara dalam game, ia adalah anak sekolah SMA biasa yang memiliiki kelebihan untuk melihat dan menangkap arwah melalui jepretan ponselnya.

Latar belakang cerita pun masih sama, sekumpulan anak-anak SMA masa kini yang lebih mementingkan popularitas dibanding keselamatan diri. Dalam film, karakter teman-teman Linda lebih mendapatkan porsi  daripada versi permainannya. Latar atau setting kejadian dalam film merupakan sebuah apartemen tua yang sudah ditinggalkan oleh para penghuninya. Letak apartemennya pun lumayan masuk kejalanan yang penuh pepohonan, membuat kita teringat salah satu scene film The Nun (2018).

Hantu utama yang berada dalam film ini adalah Lady in Red dan poncong celurit. Dalam ceritanya Linda secara tidak sengaja membunuh adik dan mengambil pusaka yang dimiliki oleh Lady in Red berupa kujang, atau keris, hingga membuatnya dan teman-temannya dikerjar-kejar sampai subuh tiba, dan gerbang tertutup.

Beberapa scene yang diambil saat  pocong menyerang mengingatkan kita pada Film Sebelum Iblis Menjemput (2018) dan Pengabdi Setan (2017). Scoring film ini juga mirip dengan film Sebelum Iblis Menjemput (2018). Daripada membuat penonton ketakutan, scoring-nya malah menggiring penonton ke suasana tegang. Untuk editing dan efek CGI nya bisa dikatakan lumayan.

Ada satu hal sebenernya yang sedikit menggelitik realitas. Tokoh Linda yang diceritakan memerlukan banyak uang, rupanya memiliki HP yang bisa dibuat berenang sampai ke dunia lain tanpa ada masalah sedikitpun. Entah berapa harganya HP itu (Kalo ada yg beliin mau juga dong).

Secara keseluruhan Rating 6.5/10 cukup untuk membuatmu harus datang ke bioskop untuk menonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Let's get Semarang!

Kisah Cinta

Malulah Menulis Bila Tidak Banyak Membaca