Gunung Penanggungan Via Kedungudi - Pemula hiking
Akhir-akhir ini saya memang sering ke gunung. Padahal, biasanya saya anak pantai. List pantai favoritos saya di Trenggalek, Jawa Timur. Apalagi ikan bakarnya yang aduhai di Prigi. Saya langsung jatuh cinta dan menyatakan diri jadi anak pantai.
Kali ini bukan bahas pantai, melainkan gunung. Gunung Penanggungan atau nama kunonya adalah Pawitra. Salah satu gunung dekat rumah yang memiliki ketinggian 1653 MDPL. Nggak terlalu tinggi kan? Yakin? Bagi pemula seperti saya dan kawan-kawan saya yang naik G. Penanggungan sih misteri yang masih belum terpecahkan. Tentu alasannya karena kita belum sampai di Puncak Pawitra melalui jalur situs kuno Kedungudi di Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Kami hanya mampu menakhlukan perjalanan sampai Candi Carik saja. Kami sebelumnya sudah sepakat untuk naik melalui jalur Kedungudi. Ya memang jalur yang tidak terlalu familiar dibanding Tamiajeng. Tapi karena para pemula sudah sepakat, jadi kami berangkat saja dengan mengandalkan senior kami yang lebih berpengalaman mendaki Gunung Pawitra ini lewat Kedungudi.
Entah karena trackingnya sulit atau kami yang memang tidak terbiasa. Salah seorang diantara tim kami sudah merasakan ketidaksanggupan sejak awal melakukan pendakian, yakni dari pos perijinan menuju pos 1. Karena kondisi yang tidak memungkinkan tersebut kami pun memutuskan untuk berhenti dan melakukan camp di Candi Carik, candi pertama yang kita temui.
Inginnya kita camp di Candi Siwa, apa daya kuatnya di Candi Carik. It's okay, tujuan mendaki adalah rumah, puncak hanyalah bonus. Sebenarnya ada niat untuk lanjut di pagi hari melanjutkan perjalanan. Tapi kami tidak berdaya melawan rasa ingin tidur yang berlebihan (hehehe).
Meskipun memendam hasrat untuk menuju puncak, namun kita tetap senang, riang gembira walau hanya sampai Candi Carik. Kalau boleh mereview trek yang kita gunakan, jalurnya berbatu. Lumayan berat untuk kita yang pemula. Selain itu, kami melakukan perjalanan malam. Dari pos perijinan sampai Candi Carik memakan waktu 3 jam disertai berhenti yang berulang-ulang kali kita lakukan.
Tidak apa. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai puncak, karena SEKALI LAGI saya ingatkan, TUJUAN MENDAKI ITU RUMAH, PUNCAK HANYALAH BONUS! Karena saya sekarang lebih suka ke Gunung, apa bisa pake salam lestari? hehehe.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya~
Komentar
Posting Komentar