KA Jenggala
Tanggal 22 April 2015, saya dan seorang teman, sebut saja Monica pergi ke Sidoarjo menggunakan KRL Jenggala (Mojokerto-Sidoarjo). Awalnya kami hanya akan jalan-jalan biasa tapi kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Sidoarjo. Acara mendadak itu pun berubah menjadi acara yang cukup menyenangkan. Dengan tiket EMPAT RIBU RUPIAH, kami sudah menapaki Stasiun Sidoarjo (+4).
Cerita berawal saat kami tidak dibolehkan oleh orang tua kami pergi menginap ke Malang sebagai acara liburan kelas 12 SMA. Jadinya kita gondok dan pergi liburan sendiri berdua, sementara teman lain bermesraan disana. Perjalanan traveling ini berawal dari rumah masing-masing pukul 7.30 menuju Alon-alon Kota Mojokerto. Niat awal akan jogging, tapi nyatanya nggak. Kami malah jalan dari alon-alon menyusuri Jalan Mojopahit berjalan kaki, sampai ke Bentar Swalayan. Disana kami minum es oyen dan es doger. Disana juga tempat Es itu juga kami merumuskan untuk pergi ke Sidoarjo.
Ditengah jalan menuju Alon-alon (untuk mengambil motor kami yang masih disana), someone dari Monica datang. Bukan datang, lebih tepatnya berhenti menyegat kami jalan. Bicara cukup lama, ternyata cukup menghabiskan waktu kami. Tak sadar kereta yang akan kami beli tiketnya akan datang satu setengah jam lagi. Menimbang bahwa kaki kami tidak mampu mengadili waktu, jadilah naik becak seharga 10.000 dari depan Bank BNI ke Alon-alon Mojokerto. Begitu motor di tangan, langsung tancap gas ke stasiun.
Kami sempat berunding, akan membeli tiket dulu, atau beli makanan dulu, berhubung saat itu kita tidak berniat melakukan apapun ke Sidoarjo selain ingin naik kereta. Kami memutuskan untuk menikmati perjalan kami dengan makan snack saat dalam kereta. Setelah membeli tiket (yang akhirnya diputuskan untuk dikerjakan lebih dulu), kami jalan ke Sanrio swalayan yang hanya berjarak beberapa blok dari stasiun untuk membeli makanan. Nyam. Emang dasarnya aku suka makan kali ya? Yang kubeli pun tidak sedikit. Hahaha
Kami berangkat pukul 10.45 dari Mojokerto. Saat itu banyak anak-anak dari TK (apaan namanya lupa), ikutan naik, kayak study tour gitu. Kami yang seharusnya gerbong 3 pun berpindah ke gerbong 1 karena gerbong 2 & 3 sudah disewa. Pada saat awal keberangkatan kereta cukup ramai. Kami merasa beruntung juga, petugas kereta saat kami naik adalah para pria tampan (Hihihihi), walaupun kami tidak ikut ke Malang, Tuhan memberikan kami kebaikan lain.
Kami sampai disana pukul 11.35, setelah turun, kami langsung kembali mengantri membeli tiket untuk pulang (jalan-jalan yang sangat tidak diniatkan untuk jalan-jalan). Pukul 12.05 kereta listrik kembali melaju. Selamat tinggal pada Sidoarjo pun kami ucapkan. Alhamdulillah kami sampai di Mojokerto pukul 13.55. Begitulah kisah nggak jelas saya dan teman saya Monica. Itu adalah pengalaman pertamaku naik kereta listrik. Sangat nyaman dan menyenangkan. Sampai disini ya tulisannya. Masih belajar untuk menulis. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.
Komentar
Posting Komentar