Postingan

Malulah Menulis Bila Tidak Banyak Membaca

Hai, cukup lama saya tidak menulis dalam blog ini. Sebenarnya, saya sedang sangat tidak tahu harus menulis apa. Alasannya karena saya merasa bacaan saya akhir akhir ini sangat kurang. Dunia millenial dengan Line, Whatsapp, Instagram, dsb., membuat saya terlena dengan ponsel saya. Berjam-jam menghabiskan waktu bersama dengan ponsel saya. Melihat melalui jendela layar ponsel pintar dari masalah sepele sampai bertele-tele. Memang benar, teknologi membuat segalanya jadi mudah, yang jauh pun terasa dekat. Entah mengapa saya merasa kurang bacaan walaupun internet sudah membuatnya jadi banyak. Saya merasa bacaan yang saya baca tidak memiliki entitas atau bobot lagi. Sebut saja dengan makin maraknya berita online dengan platformnya yang sulit dibedakan mana yang menulis dengan baik, dengan data yang valid dan tulisan yang memuat konten hoax, menggiring opini masyarakat kepada perbedaan pendapat. Kini, dalam website berita dengan integritas tinggai pun telan sulit membedakan mana wartawan asli...

Salahkan Waktu

Kadang, mau benar atau salah kita tidak benar-benar mengetahuinya. Mata yang dibutakan. Telinga yang ditulikan. Mulut yang di bisukan. Sama sekali tak ada udara untuk bernafas. Padahal aku tidak bisa melakukannya. Kenapa kau memaksaku. Jangankan menurunkan sauh, untuk mendekat dermaga aku tidak ingin. Itu adalah fakta. Fakta yang tidak ingin kau akui. Ketika kenyataannya kedatanganku karena paksaanmu malah membawa keburukan, kau menyalahkan aku. Dasar manusia. Dasar serakah. Kukata aku ingin jauh tapi kau tetap menarikku. Dibalik tarikanmu terdapat caci makimu. Aku tidak sudi.

Romantisme Kenjeran Malam Minggu

Gambar
Selamat berbahagia. Malam minggu selalu menjadi malam yang menarik untuk dibahas. Ada yang dengan sukacita bergandengan berdua di tepi jalan yang disinari lampu kota. Cantik dan manis. Bagi kalian penikmat keindahan dan keramaian, Kenjeran dan Surabaya dengan malam minggunya pasti memiliki daya tarik tersendiri. Begitupun saya beberapa waktu yang lalu. Diantar dan ditemani oleh seseorang yang istimewa, pergi kesana. Kalian tidak akan pernah sulit bertanya arah Kenjeran dari titik Surabaya manapun. Kenjeran sangat meriah di malam minggu, salah satu alasannya karena adanya air mancur warna-warni yang menari. Kalian harus datang kesana saat malam minggu, karena air mancur warna-warni menari itu hanya ada di malam minggu. HANYA ADA DI MALAM MAINGGU. Ada dua pilihan ketika kalian melihat air mancur warna-warni menari yang hanya dinyalakan saat malam minggu itu, yaitu melalui jembatan Kenjeran dan Pantai Mentari Kenjeran. Jika melalui jembatan kenjeran anda tidak akan dikenai biaya ali...

Bukan Hal yang buruk

Hey, yang paling kuinginkan adalah melihatmu besok dan setiap besok. Tolong biarkan aku meminjam hatimu. Ketika seseorang melukai hatimu dengan sebilah pisau, dan kamu berdarah. Aku adalah orang yang bisa menyembuhkanmu selalu. Aku tidak akan berhenti menyembuhkanmu sampai kau percaya aku bisa melakukannya. Hey, kamu terlalu berharga untukku. Jangan sakiti dirimu dengan janji orang lain yang telah melukaimu. Jangan berpura-pura seperti jatuh cinta padaku adalah hal yang buruk. Mungkin saja kamu bisa mewujudkan mimpimu bersamaku bukan? Kita akan menghabiskan waktu dan uang kita bersama-sama. Hal itu menyenangkan. Bagaimana jika, aku menjadi suara terakhir yg kau dengar malam ini? Dan setiap malam yang tersisa sepanjang hidup kita? Lalu tiap pagi orang pertama yang kulihat adalah dirimu. Ah, kau adalah tempat yang tepat untuk memulai segala hal. Jangan menghabiskan waktu dengan janji yang sia-sia. Kemarilah, kalau kau jatuh, kau akan selalu jatuh ke pelukanku. Jadi jangan mengangga...

KA Dhoho - Surabaya Blitar lewat Kertosono

Selamat berbahagia semua. Kali ini saya akan membahas Kereta Api Dhaha. Sebagai penjelasan awal, saya adalah salah satu manusia yang sedang mencari ilmu di Timur Jawa Dwipa Kota Surabaya. Saya penikmat tempat. Untuk perpindahan dari tempat satu ke tempat lainnya tentu saya butuh alat transportasi. Saya tidak selamanya pergi dengan kendaraan pribadi dan tidak selamanya juga dengan kendaraan umum. Malah lebih sering saya menggunakan jasa layanan transportasi umum seperti kereta api untuk pulang kampung dari Surabaya. Beberapa orang seringkali berkomentar lebih enak naik motor dari pada kereta, karena sebenarnya jarak tempuh surabaya dan kota tujuan saya tidak jauh. Kalau kalian penasaran, clue dari kota asal saya adalah Majapahit.  Ini sudah lebih dari 2 tahun saya hampir selalu menggunakan kereta api untuk pulang pergi surabaya. Tidak setiap weekend saya pulang. Dan tidak setiap pulang saya menggunakan kereta. Saya memang lebih menyukai kereta api ketimbang transport...

Yang Menghantui

Aku tahu, kau tidak pernah mau aku ada di dekatmu. Tapi maaf, aku sangat menyukaimu. Dalam diam pun, sukaku bertambah. Semakin bergulung semakim tebal. Semakin tumbuh yakinku untuk menjadikan perasaan padamu abadi. Kau tidak perlu mengingatkanku. Aku tahu, aku sangat tahu, sangat amat tahu, memang tidak mungkin sejatinya aku menginginkanmu. Namun, sekalinya lagi, aku tidak mampu tidak bergelayut padamu.  Bagiku kau inang. Aku tidak mampu terlalu jauh darimu. Jangan terlalu kasar. Tolong jangan usir aku. Aku tahu aku hanya jiwa terbuang yang menginginkan mengisimu seutuhnya. Aku tahu aku sangat terobsesi dengan jiwamu yang terang, debaran cinta berdosa. Penuh sesak. Apalagi padamu. Akut. Aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku bahkan tidak berfikir kau dan aku ini berbeda. Tuhan, tolong buatlah dia datang melihatku sekali. Berikan aku peluk ciumnya sekali. Mungkin aku akan pergi setelah aku tidak sanggup lagi. Namun bagaimana? Kau sudah menahun bertahun-tahun pun...

Esok Senja Datang

Ah, hari ini pun saya tidak melihat senja Kalaulah sore hilang cepat dan malam datang terlambat Bisa kusambut senyumanmu Aku ingat kala aku bercengkrama denganmu Seandainya masa bisa terulang Deru angin malam yang gusar Meraung di atas tepian kepulan kopi hitam Aku tetap menantimu Bersama secangkir minuman favoritmu Segeralah pulang Kamu tahu kan, kalau aku rindu Tidak perlulah kamu beri aku jingga yang indah Aku tidak butuh yang kau bawa Aku hanya butuh kau Jangan takut datang padaku Aku adalah tempatmu pulang Sebelum kopi hitam yang kau suka termakan beku Jengkelnnya rasa menunggu mengganggu Ketahuilah, Aku menantimu Datanglah. Deru angin pun takjub dengan rasa rinduku,