Salahkan Waktu
Kadang, mau benar atau salah kita tidak benar-benar mengetahuinya. Mata yang dibutakan. Telinga yang ditulikan. Mulut yang di bisukan. Sama sekali tak ada udara untuk bernafas. Padahal aku tidak bisa melakukannya. Kenapa kau memaksaku. Jangankan menurunkan sauh, untuk mendekat dermaga aku tidak ingin. Itu adalah fakta. Fakta yang tidak ingin kau akui. Ketika kenyataannya kedatanganku karena paksaanmu malah membawa keburukan, kau menyalahkan aku. Dasar manusia. Dasar serakah. Kukata aku ingin jauh tapi kau tetap menarikku. Dibalik tarikanmu terdapat caci makimu. Aku tidak sudi.